Pandeglang – Aliansi mahasiswa pandeglang bersatu geruduk kantor DPRD pandeglang pada kamis (3/9/2026). Pantauan di lokasi, kericuhan terjadi di awal kedatangan massa saat pihak kepolisian akan menutup pintu gerbang kantor DPRD, hingga akhirnya mahasiswa berhasil merangsek ke halaman kantor DPRD Pandeglang.
Puncak kericuhan terjadi saat mahasiswa ingin masuk dalam kantor DPRD yang terlibat aksi dorong dengan pihak kepolisian.
Ila Nurkholifah perwakilan dari himpunan mahasiswa IsIam mengungkap bahwa tuntunan aksi kali ini diantaranya meminta Bupati Pandeglang mencopot Kepala OPD yang gagal mencapai terget Pendapatan Asli Daerah.
Selain itu dia mengungkap bahwa aksi ini menuntut DPR untuk turun langsung mengawasi sumber sumber PAD yang berpotensi mengalami kebocoran.
“Menuntut DPR turun langsung ke lapangan, melakukan pengawasan bidang parkir, pariwisata,pasar ,dan Hotel dan restoran yang wajib pajak,” Ungkap Ila di sela aksi
Aksi kali ini pun menuntut DPRD Pandeglang menghapus alokasi anggaran peningkatan kapasitas anggota DPRD Pandeglang.
“Kami menuntut DPR menghapus anggaran pentingkan kapasitas anggota DPR sebesar 1.1 miliar, rupiah” Tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan mahasiswa masih melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Pandeglang, dan ditemui langsung oleh pimpinan DPRD Pandeglang.



